oleh

Menkes Pastikan Suplay Vaksin Untuk PON Bisa Dipenuhi

Jakarta – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan kebutuhan 200 ribu dosis vaksin untuk keperluan agenda Pekan Olahraga Nasional (PON) 2021 di Provinsi Papua bisa dipenuhi.

“Saya juga sudah memperoleh laporan, butuhnya sekitar 200 ribu dosis untuk bulan Oktober, itu sih pasti bisa dipenuhi. Harusnya sejak bulan Juni jumlah vaksin kita akan cukup,” katanya dalam pernyataan tertulis yang dilansir melalui laman resmi sehatnegeriku.kemenkes.go.id, Senin.

Dalam rapat terbatas persiapan penyelenggaraan PON XX dan Peparnas XVI di Istana Merdeka, Jakarta, Maret 2021, Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa vaksinasi COVID-19 bagi masyarakat Papua menjadi penting sebagai upaya pemerintah menjaga keamanan dan keselamatan atlet selama PON berlangsung.

Baca Juga  6 Rumah Sakit, 15 Pusat Kesehatan Masyarakat di Manokwari Siap Laksanakan Vaksinasi

Budi mengatakan kebutuhan vaksin untuk para pendatang dari kalangan atlet, ofisial hingga pendukung atlet kegiatan PON pada 2-15 Oktober 2021 dipastikan telah masuk dalam alokasi yang dipersiapkan oleh Kemenkes.

Budi mengatakan vaksin yang tersedia saat ini dialokasikan kebutuhannya berdasarkan skala prioritas dari kelompok penerima.

Misalnya pada April 2021, Kemenkes memprioritaskan alokasi vaksin bagi para peserta dari kelompok lansia guna mengantisipasi penularan saat mereka berinteraksi dengan keluarga saat Idul Fitri.

Baca Juga  Prancis Dan Swiss Sama-Sama Pasang Ujung Tombak Kembar

“Memang fatality rate mereka juga tinggi bila dibandingkan usia remaja,” kata Budi.

Situasi embargo negara India terhadap produk vaksin AstraZeneca, dipastikan Budi tidak akan mempengaruhi persediaan vaksin untuk PON.

Alasannya, Indonesia tidak bergantung pada satu produsen vaksin di dunia. “Kita juga memesan vaksin dari Sinovac, Pfizer, Sinopharm. Sehingga kalau satu pincang, kita masih punya harapan 75 persen,” katanya.

Baca Juga  Ketua Humas RSUD Berkah Ajak Masyarakat Tingkatkan Prokes

Terkait vaksin merah putih, Budi menyatakan bahwa dari enam kandidat yang ada, sebanyak dua kandidat dipersiapkan untuk dapat diproduksi pada tahun 2022.

“Kami sudah dapat alokasi anggarannya tahun ini rencananya kami akan dorong supaya penelitian dan uji klinisnya lebih cepat, sehingga di 2022 salah satu dari mereka sudah terlaksana,” ujarnya. (*/cr5)

Sumber: antaranews.com

News Feed