oleh

Jumlah Pasien di RSDC Wisma Atlet Kemayoran Alami Penurunan

Jumlah pasien di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat mengalami penurunan. Data per hari ini, Rabu (6/10/2021) jumlah berkurang 22 orang dari hari sebelumnya.

Kepala Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) I, Kolonel Marinir Aris Mudian menyebutkan, saat ini, pasien Covid-19 rawat inap di Wisma Atlet Kemayoran sebanyak 252 orang, sedangkan sehari sebelumnya sebanyak 274 orang. Ini artinya 252 orang dirawat atau mencapai 3,19% dari total kapasitas sebanyak 7.894 tempat tidur.

Baca Juga  Warga Bandung Raya Vaksinasi COVID-19 Di Stadion GBLA

“Hal ini menunjukkan bahwa perawatan yang dilaksanakan secara intensif di Wisma Atlet dapat mempercepat proses penyembuhan yang berdampak pada pengurangan jumlah pasien secara signifikan,” kata Aris.

Ia menyebutkan, sejauh ini para pasien yang bergejala ringan hingga sedang itu tengah dirawat di Tower 4, 5, 6, dan 7. Ada 98 pasien laki-laki dan pasien perempuan sebanyak 154 orang.

Sejak dibuka, rumah sakit darurat ini telah didatangi berbagai kategori pasien Covid-19 yang jumlahnya mencapai 128.246 orang. Aris menjelaskan, sebanyak 127.994 orang telah keluar dari RSDC Wisma Atlet Kemayoran dengan perincian sembuh sebanyak 126.360 orang, dirujuk ke RS lain sebanyak 1.038 orang, sementara pasien yang meninggal dunia 596 orang.

Baca Juga  Beberapa Daerah Harus Fokus Menjadi Zona Hijau

Sementara di RSDC Wisma Atlet Pademangan Jakarta, pasiennya bertambah sebanyak 174 orang. Sebelumnya pada Selasa (5/10/2021) ada 5.238 orang dan hari ini menjadi 5.412 orang pasien atau mencapai 93,37% dari total kapasitas sebanyak 5.796 tempat tidur yang dirawat di Tower 8, 9, dan 10.

Kolonel Marinir Aris Mudian juga melaporkan rumah isolasi di Rusun Pasar Rumput Jakarta, pasiennya berkurang sebanyak 147 orang. Sebelumnya pada Selasa (4/10/2021) ada 2.285 orang dan hari ini menjadi 2.138 pasien yang dirawat di Tower 1 dan Tower 2. (*/cr2)

Baca Juga  PB PII Nyatakan Mosi Tidak Percaya Kemendikbud

Sumber: beritasatu.com

News Feed