oleh

Forum Dialog, Banten Menuju Destinasi Wisata Halal Dunia

Baros, Banten – Hari ini dilaksanakan dialog wisata halal dengan tema ‘Banten Menuju Destinasi Wisata Halal Dunia. Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten, Agus Setiawan, menyampaikan bahwa “Wisata halal yang semakin cepat, semakin dinamis dan diminati oleh semua negara, baik negara mayoritas muslim maupun non-muslim.

Beberapa provinsi di Indonesia tidak kalah cepat menunjukkan eksistensi kotanya layak menjadi kawasan wisata halal dunia, salah satunya adalah Lombok, NTB yang pernah mendapatkan predikat ‘Destinasi Wisata Halal Dunia 2019’ dari Global Muslim Travel Indeks (GMTI).

Maka tidaklah berlebihan, hari ini, kami, Dinas Pariwisata Provinsi Banten bersama Gaido Group membuat forum dialog yang menghadirkan para pembicara lintas bidang.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, sedang giat-giatnya keliling Indonesia untuk mengangkat kembali pariwisata nusantara yang terdampak Covid-19, pengangguran dan lesunya ekonomi pariwisata yang berakibat padaa tutupnya hotel-hotel dan restoran yang menjadi tujuan pariwisata.

Dinas Pariwisata Provinsi Banten bersama Gaido Group dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bermaksud memoles dunia pariwisata halal khususnya agar lebih baik dan cantik agar masyarakat yang menghindari kerumunan dan terbatas dalam bepergian dapat menjadikan kawasan wisata halal sebagai pilihan karena dapat menyajikan wisata dengan memperhatikan aspek kebersihan, kehalalan dan waktu dan tempat beribadah.

Andika Hazrumy, Wakil Gubernur Banten, hadir menggantikan Gubernur Banten, Wahidin Halim untuk memberikan sambutan pembuka Forum Dialog Wisata Halal ini.

“Saya berharap target Banten sebagai peringkat 10 besar daerah dengan
destinasi pariwisata ramah muslim dapat terealisasi,” kata Andika dalam sambutannya yang disampaikan secara virtual pada acara Forum Dialog “Banten Menuju Destinasi Wisata Halal Dunia” yang digelar Dinas Pariwisata Provinsi Banten di Kawasan Wisata Halal Baduy Outbond, Baros, Kabupaten Serang, Kamis (25/3/2021).

Baca Juga  Obat Covid-19 di Banten 400 Persen, Kejati Minta Polda Banten Selidiki Dugaan Adanya Penimbunan Obat

Guntur Subagja Mahardika, Staff Khusus Wakil Presiden RI Bidang Ekonomi dan Keuangan dan Ketua Dewan Pembina Insan Pariwisata Indonesia (IPI) berperan aktif menjalankan Program Wakil Presiden, yaitu Desa Wisata dengan program bertajuk Desa Wisata Agro (Dewa), Desa Wisata Industri (Dewi) dan Desa Digital. yang mendorong bangkitnya pariwisata Indonesia agar wisata halal menjadi pilihan semua orang muslim, karena kebersihannya, kehalalannya, kenyamanannya tanpa melupakan fasilitas untuk beribadah.

Pembicara berikutnya yaitu Komisi III DRPD Provinsi Banten, Ir. H. Gembong R. Sumedi, MM, memastikan bahwa DPRD Banten mendukung agar wisata halal menjadi pilihan masyarakat Banten, di mana Banten sudah dikenal sebagai destinasi wisata religi, contohnya di Kawasan Kesultanan Banten dan potensi destinasi religi lainnya.

Narasumber berikutnya, Rektor Untirta, Prof. Dr. H. Fatah Sulaiman, S.T, M.T, bagian dari pentaholix memaparkan tentang Wisata Halal bagi Peningkatan Kesejahteraan di Provinsi Banten.

“Kami akan mempersiapkan SDM, generasi selanjutnya lulusan Untirta siap mendorong agar Banten menjadi pilihan Destinasi Wisata Halal Dunia.” Ujar Prof. Fatah.

Ketua Harian Persatuan Hotel Republik Indonesia (PHRI), Ashok Kumar, menyampaikan saat ini pengusaha hotel dan restoran terdampak oleh Pandemi Covid-19, kami sangat merasakan dampak langsung.

Adanya acara ini merupakan bagian di dalamnya untuk turut mensukseskan Banten menjadi Wisata Halal Dunia, di mana ini menjadi spirit bagi PHRI. Kami mengundang, ayo berwisata ke Banten!”

Baca Juga  PELATIHAN GURU UNTUK PENDIDIKAN DEMOKRASI DI LOMBOK BARAT

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Banten, Dr. H. A.M. Romly, memastikan bahwa kehalalan dam haram itu jelas dan nyata itu, maka kami bersama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) mensertifikasi kehalalannya, sehingga wisata halal memiliki sertifikasi standar internasional maupun nasional.”

Direktur Banten Wisata Tourism Development, Pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung, Poernomo Siswoprasetijo, memaparkan “Kami membuka untuk semua tamu berbagai negara untuk menikmati panorama di Tanjung Lesung. Tanjung Lesung menjadi kawasan dengan fasilitas tol khusus langsung, sehingga perjalanan ke Tanjung Lesung dapat relatif lebih cepat.”

Moderator acara forum dialog ini, Muhammad Hassan Gaido selaku Founder dan CEO Gaido Group, memaparkan mulai dari sejarah Banten, yang mana Banten kaya akan sejarah terkenal, tidak hanya di Nusantara tetapi juga mancanegara di bawah Kesultanan Maulana Hasanuddin Banten (periode 1546 – 1570) dan mencapai masa keemasannya di bawah Kesultanan Ageng Tirtayasa, di mana pada periode tersebut Banten menjadi tempat perdagangan dunia mulai dari Eropa, Arab, dan Asia. Banten memiliki seni dan budaya yang luar biasa yang bertahan sampai sekarang.

Di Banten juga terdapat suku yang memegang adat sangat kuat, yaitu Baduy Banten. Banten juga memiliki seni budaya Pencak Silat dan Debus Banten yang melegenda. Banten memiliki Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang berada di Tangerang, Banten. Banten memiliki gedung acara internasional di ICE BSD, Tangerang, Banten. Selain itu juga terdapat Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung, Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) Badak Bercula Satu, sejarah letusan Gunung Krakatau yang mendunia di Serang, Banten. Banten juga memiliki ulama terkenal, Syekh Imam Nawawi Al Bantani, yang menjadi Imam Masjidil Haram dan terkenal sebagai penulis kitab kuning; Kawasan Wisata Halal Kesultanan Banten, menara Banten, dan situs religi dan kuburan Sultan Banten; Kawasan Wisata Halal Baduy Outbond.

Baca Juga  Kapolsek Pimpin Apel Tiga Pilar Di Desa Kedaung Barat

Pak Hasan menyampaikan bahwa untuk mencapai mimpi bersama Banten menjadi Destinasi Wisata Halal Duniia perlu dukungan dari semua pihak dengan strategi ABG Cantik, yaitu akademisi, bisnis, government, dan community. Pada gelaran Forum Dialog Wisata Halal ini lengkaplah seluruh stakeholders tersebut.

Kegiatan ini mengikuti standar protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yaitu jaga jarak, cuci tangan, pakai masker. Kegiatan ini dihadiri peserta mulai dari para pelaku dan praktisi, pemerhati pariwisata di dalam negeri dan luar negeri melalui aplikasi online zoom meeting.

Terakhir, Drs. H. M. Agus Setiawan, A.W., M.Si, selaku Kepala Dinas Pariwisata Banten menyampaikan “Wisata Halal bukan wisata yang dikhususkan bagi umat muslim saja, tetapi juga untuk semua agama, semua orang. Wisata halal memiliki nilai lebih dibanding wisata biasa sehingga menjadi pilihan wisata baik dalam maupun luar negeri dengan pelayanan yang memperhatikan aspek kebersihan, makanan halal, fasilitas beribadah, dan standar kompetensi BPJPH.” Tutup Agus Setiawan. (*/red)

News Feed